Deprecated: mysql_connect(): The mysql extension is deprecated and will be removed in the future: use mysqli or PDO instead in /home/tokobuk1/public_html/koneksi.php on line 9
Toko Buku Islam Online Murah Terlengkap, pusat buku sunnah terpercaya, toko buku islam manhaj salaf

Detail Artikel

By admin | 2017-04-12

MAHAR YANG MULIA BAGIAN KE-2

Mendangar Ummu Sulaim berkata seperti itu , hati Abu Thalhah pun tertarik terhadap Agama Islam dan Abu Thalhah pun mengucapakn dua kalimat syahadat serta menjalankan keislamannya dengan baik.

Tsabit mengatakan : Aku tidak pernah mendengar wanita yang paling mulia , yang maharnya lebih mulia dari pada Ummu Sulaim yaitu Islam

Untuk itu bagi anda yang membaca tulisan ini dari sebagian kalangan wanita muslimah masa kini yang selalu mencari harta, tahta maupun materi dunia yang fana, Hendanya meridhoi dengan suami mereka yang saleh meskipun mereka dalam sekarang dalam keadan fakir,

Wanita mukminah bukan sekedar wanita yang jujur saja, tetapi dia juga seorang ibu yang bijaksana dan seorang pendidik yang berbudi luhur, dan selalu mengingatkan anak-anaknya tumbuh di atas Pondasi La ilaha illallah.

Hatiku sempat terhanyu mendengar satu riwayat hadi berikut ini,

Telah di riwayatkan kepada Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan “ Nabi Shallahu ‘alayhi wa sallam datang ke madinah, saat ituku 10 tahun, lalu ibuku (Ummu Sulaim) menggandengan tangnku dan membawanya kepada Rasullullah Shallahu ‘alayhi wa sallam, kemudian dia berkata :

“ Wahai Rasulullah tidak ada satupun laki-laki dan wanita  dari kalangan kaum anshor kecuali dia telah mempersembahkan hadiah kepadamu, sedangkan aku tidak mampu memberikanhadiah kepadamu keculai putraku ini, maka bawalah dia untuk membantumu.

Begitulah sosok ibu yang cerdas telah memilihkan sekolah kenabian untuk putranya, supaya kelak putranya akan lulus dari sekolah tersebut dengan membawa ijazah La ilaha illallah seraya mengibarkan bendera Islam.

Kisah Ummu Sulaim ini jika kita mau merenungkannya mungkin anda akan merinding mendengar kisah selanjutnya yang begitu Sabar menerima Cobaan pada keluarganya. Dan Ummu Sulaim pun Ridha dan Patuh dengan ketetapan yang Allah berikan padanya.

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, dia mengatakan : “anak dari Abu Thalhah mengalami sakit yang parah. “

Dia berkat lagi : “ Lalu dia meninggal dunia sedangkan Abu Thalhah sedang bepergian. Ketika Istirnya mengetahui bahwa anakanya sudah eninggal dunia. Maka dia mengerjakan sesuatu dan meletakan jasad anaknya tersebut di samping rumah.

Lalu ketika Abu Thalhah pulang dia bertanya, “Bagaimna keadaan anak kita ?”
Istriya Menjawab :  “Jiwanya sudah teang dan aku berharap dia sudahberistirahat.” Abu Thalhah mengangap bahwa istrinya berkata jujur.”

Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu melanjutkan : “Maka Abu Thalhah pun tidur  pada malam itu. Pada keesokan harinya, diamandi, lalu ketika dia hendak pergi keluar, istrinya memberitahu bahwa anaknya sudah meninggal dunia.  (Hr .Bukhari) Al janai’iz  (3/169)

Dalam riwayat laian di sebutkan bahwa Ummu Sulaiam mengatakan, “ Anaku telah meninggal dunia, sedangkan suamiku sedang tidak ada dirumah. Maka aku pun menutupinya dengan kain dan menaruhnya disalah satu sisi rumah. Lalu suamiku datang, maka aku pun bersolek dan memakai wewangian untuk menyambutnya, lalu dia berhubungan suami istri denganku kemudian aku menghidangkan makanan untukknya, dan dia pun makan.

Lalu aku berkata, "Maukah engkau aku beritahu tentang hal yang menakjubkan dari tetangga kita?' Abu Thalhah menjawab, "Ada apa dengan mereka? Aku berkata, "Mereka dipinjami suatu pinjaman, lalu ketika pinjaman itu diminta kembali dari mereka, maka mereka tidak rela. Maka dia berkata,

"Sungguh perbuatan mereka.' Lalu berkata, "Ini adalah putramu. Maka dia berkata, "Sudah tentu, engkau membuatku tidak sabar melewati malam ini

Kemudian pada pagi harinya, dia bersegera pergi menemui Rasulullah dan memberitahukan hal tersebut kepada beliau. Maka Rasulullah bersabda, Ya Allah, berkahilah mereka pada malam yang telah mereka lalui

"Ubabah bin Rifa'ah mengatakan, "Sungguh, setelah itu aku menyaksikan tujuh orang anak mereka di masjid, semuanya membaca Al-Qur'an." Kesabaran macam apakah ini? Hubungan suami istri semacam apakah yang seperti ini? Dia mampu menanggung goncangan kematian anaknya dengan

kesabaran dan keridhaan, kemudian dia berusaha untuk menenangkan dirinya dihadapan suaminya serta bersolek dan memakai wewangian untuk suaminya,

kemudian membahagiakan sang suami dengan berhubungan suami istri padamalamnya, kemudian baru memberitahukan kepadanya dengan penuturan yang sangat cerdas dan lembut tentang kematian anaknya yang masih kecil. Kesabaran dan keridhaan semacam apakah yang kita ketahui dari sayyidah

Ummu Sulaim ini? Sungguh, dia telah menjadi perumpamaan yang sangat

mengagumkan dalam hal kesabaran, padahal kaum wanita itu dikenal paling banyak merasa gelisah dan berkeluh kesah ketika menghadapi berbagai ujian dalam hidupnya. Akan tetapi, berkat agama Islamlah yang dari naungannya kita dapat mempelajari makna-makna penerimaan dan keridhaan terhadap apa yang telah Allah tetapkan, adalah Islam yang telah merubah tabiat jiwa serta memakaikan kepadanya pakaian yang paling indah; yaitu pakaian keridhaan dan kesabaran.

Bagian ke 3 => klik disini <=

no image

chat kami